MAJENE – Personel Kodim 1401/Majene yang tergabung dalam Satgas Pembangunan Jembatan Perintis Garuda kembali mempercepat progres pembangunan dengan melaksanakan pengecoran angkur tepi jauh dan perakitan besi angkur tepi dekat di titik kedua Desa Adolang Dua, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Rabu (12/8/2026).
Sejak pagi, deru aktivitas di bantaran sungai lokasi pembangunan sudah terdengar riuh. Para prajurit Kodim 1401/Majene bahu-membahu bersama warga setempat membagi tugas di sejumlah titik konstruksi. Suara mesin molen terus berputar mengaduk semen, sementara beberapa personel dan warga bergantian mengangkut material hingga merangkai kerangka besi rapat-rapat.
Tahapan perakitan dan pengecoran angkur besi ini merupakan fondasi kunci yang menentukan kekokohan struktur jembatan gantung tersebut. Tim teknis di lapangan terlihat teliti memastikan ikatan besi angkur terpasang presisi, sehingga proses pengecoran berjalan lancar dan mampu menahan beban secara optimal saat jembatan digunakan nantinya.
Dandim 1401/Majene, Letkol Czi Aji Setyawan, menegaskan bahwa seluruh proses pengerjaan dilakukan secara bertahap namun terukur. Pihaknya mengutamakan kualitas daya tahan konstruksi tanpa mengesampingkan target waktu penyelesaian yang telah direncanakan.
“Pengecoran angkur ini merupakan bagian vital dalam pembangunan jembatan. Karena itu, seluruh personel bekerja maksimal agar hasilnya kuat dan sesuai standar yang telah ditetapkan, ” ujar Aji Setyawan.
Ia menambahkan, percepatan pembangunan jembatan ini menjadi prioritas karena fungsinya yang sangat vital bagi mobilitas harian dan konektivitas ekonomi warga Desa Adolang Dua. Begitu jembatan ini rampung, warga tidak lagi kesulitan menyeberangi sungai untuk mengangkut hasil pertanian maupun mengakses fasilitas publik.
