Polewali Mandar – Jembatan Perintis Garuda tipe beton di Desa Pussui, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, akhirnya rampung. Kabar selesainya jembatan yang selama ini diimpikan warga itu disambut penuh syukur.
Masyarakat dari berbagai kalangan, mulai orang tua, pemuda hingga pelajar, berkumpul bersama anggota TNI untuk menggelar doa dan syukuran di atas jembatan yang baru selesai dibangun tersebut, Rabu (19/8/2026).
Suasana haru dan kebersamaan terlihat saat warga duduk bersimpuh bersama, menikmati hidangan yang dibawa secara gotong royong sembari memanjatkan doa atas selesainya pembangunan jembatan.
Jembatan yang sebelumnya menjadi harapan masyarakat kini telah terwujud dan siap menjadi akses penghubung bagi aktivitas warga.
Dandim 1402/Polman, Letkol Inf Ikhwan Arifin mengatakan, pembangunan Jembatan Perintis Garuda tipe beton di Desa Pussui telah rampung 100 persen.
"Alhamdulillah, hari ini pembangunan Jembatan Perintis Garuda tipe beton di Desa Pussui sudah selesai 100 persen. Ini tentu menjadi kebahagiaan bagi kita semua, terutama masyarakat yang akan menggunakan jembatan ini, " kata Ikhwan.
Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program Jembatan Perintis Garuda yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto untuk membuka akses masyarakat di wilayah pedesaan.
"Program ini merupakan inisiasi Bapak Presiden Prabowo untuk membuka akses di pedesaan, terutama untuk mendukung akses pendidikan, perekonomian dan kesehatan masyarakat, " ujarnya.
Bagi masyarakat Pussui, rampungnya jembatan bukan sekadar selesainya sebuah bangunan. Kehadiran jembatan menjadi harapan baru untuk memperlancar mobilitas warga yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.
Karena itu, warga memilih merayakan selesainya pembangunan dengan cara sederhana. Mereka membawa makanan dari rumah, kemudian berkumpul dan makan bersama di atas jembatan.
Tidak hanya warga, sejumlah anggota TNI yang terlibat dalam proses pembangunan juga ikut duduk bersama dalam acara syukuran tersebut.
Pemandangan itu menunjukkan kuatnya semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat selama proses pembangunan.
Dandim mengatakan, keberadaan jembatan diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
"Kita berharap jembatan ini benar-benar dimanfaatkan dan dirawat bersama. Karena tujuan utamanya adalah membuka akses dan mempermudah masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, " katanya.
Dengan rampungnya Jembatan Perintis Garuda di Pussui, warga kini memiliki akses yang lebih baik untuk menunjang berbagai kebutuhan, termasuk aktivitas ekonomi, pendidikan dan pelayanan kesehatan.
Bagi warga Pussui, jembatan itu bukan hanya beton dan besi. Jembatan tersebut menjadi simbol terbukanya akses dan harapan baru bagi kehidupan masyarakat di pedesaan. (Zik)
