MAJENE – Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di wilayah Kecamatan Tammeroddo Sendana, Kabupaten Majene, terus dikebut. Jembatan gantung sepanjang 30 meter dengan lebar 1, 2 meter yang dibangun di atas Sungai Lembang Siruppa dan menghubungkan Desa Seppong dengan Desa Awo itu sudah memasuki tahapan akhir dengan progres sekitar 70 persen, Minggu (9/8/2026).
Komandan Koramil 1401-03/Sendana Kapten Inf Wardi mengatakan, pembangunan jembatan tersebut telah berlangsung selama lebih dari satu bulan. Struktur utama jembatan kini sudah terpasang dan pekerjaan difokuskan pada penyelesaian bagian akhir.
“Kalau progres sudah 70 persen lebih. Material semuanya sudah lengkap, tinggal pemasangan bagian tirai untuk penahan besi pelindung jalan dan pemasangan papan untuk jalannya, ” ujar Wardi saat ditemui di lokasi.
Ia menjelaskan, jembatan tersebut menggunakan konstruksi gantung dengan dasar berupa sling atau kabel baja. Struktur jembatan dilengkapi rangka besi dan papan yang nantinya menjadi lintasan bagi pejalan kaki.
Pembangunan ditargetkan selesai sekitar satu setengah bulan sejak dimulai. Jika tidak ada kendala, jembatan tersebut diperkirakan sudah dapat digunakan masyarakat dalam beberapa hari ke depan.
“Beberapa hari ke depan ini diperkirakan bisa selesai, InsyaAllah, sesuai target awal kami, ” katanya.
Jembatan Perintis Garuda dibangun untuk mempermudah akses masyarakat Desa Seppong dan Desa Awo, terutama anak-anak sekolah. Selama ini, warga harus menyeberangi sungai untuk menuju sekolah, pasar, dan menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Tujuannya untuk mempermudah masyarakat, terutama anak sekolah. Biasanya harus buka sepatu dan menyeberangi sungai. Dengan adanya jembatan gantung ini akses jadi lebih cepat dan mudah, ” pungkasnya.
